Tampilkan postingan dengan label Biodata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biodata. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2012

Profil Arthur Irawan

Biodata Arthur Irawan Pemain Indonesia di La Liga Spanyol - Arthur Irawan lahir di Surabaya 19 tahun yang lalu tepatnya 3 Maret 1993, tahun lalu Arthur membawakan kisah segar dari sepakbola Indonesia, Arthur di rekrut oleh salah satu klub penghuni liga tertinggi LA Liga Spanyol. 
NAhhh untuk lebih dekat dan tahu siapa dia berikut adalah biografi Arthur Irawan yang kabarnya sudah mendunia diusianya yang masih sangat muda dengan talenta bermain sepak bola. tidak ada salahnya kita mengenalnya untuk bisa termotivasi menjadi lebih baik dari pada yang saat ini untuk Indonesia. terima kasih telah berkunjung semoga dengan Hadirnya Profil Arthur Irawan memberikan sedikit informasi yang menghibur anda semua.

Biodata Arthur Irawan Pemain Indonesia di La Liga Spanyol

Nama : Arthur Irawan
Tanggal Kelahiran : 3 Maret 1993
Daerah Asal : Surabaya
Pekerjaan : Pemain Sepakbola
Umur :19 Tahun
Sekolah : Jakarta International School
Karier Sepakbola: Lytham Town, Espanyol (2011 - sekarang)
Twitter : @arthurirawan
Facebook : facebook.com/pages/Arthur-Irawan


Klub tersebut adalah Espanyol, tahun lalu Arthur Irawan di percayai untuk memperkuat tim junior, kini lagi-lagi Arthur menbawakan berita bahagia bagi pecinta sepakbola Indonesia karena ia berhasil menembus ke tim senior Espanyol, itu semua dilihat dari permainan sepakbola Arthur yang cukup berkesan.  

Sebelum masuk di La Liga Arthur Irawan adalah pemain Divisi Amatir liga Inggris bersama Lytham Town, ia juga pernah mengasah skill spakbolanya di salah satu klub raksasa Inggris Manchester United. 

Pemain lulusan Jakarta International School ini juga sempat mengikuti program SAD Indonesia bersama Syamsir Alam dkk. Namun, orang tuanya tidak mengizinkan untuk berangkat ke Uruguay dan menganjurkan untuk study di Inggris.

Tahun lalu pada ajang SEA Games, Arthur Irawan pernah mengikuti seleksi Timnas U-23 namun saying ia tidak lolos, akhirnya membuat ia termotivasi untuk terus berlatih mengasah kemampuan, alhasil kini ia menjadi orang Indonesia pertama masuk La Liga. 

Ayo kita dukung terus Arthur Irawan, semoga ia menjadi pemain hebat dan bisa mengharumkan Indonesia maupun Timnas kelak.  Good luck for Arthur from Indonesia.
http://biografi-biodata-profile.blogspot.com

Jumat, 09 November 2012

Liem Swie King




Liem Swie King, (lahir di Kudus, Jawa Tengah, 28 Februari 1956; umur 56 tahun) adalah seorang pemain bulu tangkis yang dulu selalu menjadi buah bibir sejak dia mampu menantang Rudy Hartono di final All England tahun 1976 dalam usianya yang ke-20. Kemudian Swie King menjadi pewaris kejayaan Rudy di kejuaraan paling bergengsi saat itu dengan tiga kali menjadi juara ditambah empat kali menjadi finalis. Bila ditambah dengan turnamen "grand prix" yang lain, gelar kemenangan Swie King menjadi puluhan kali. Swie King juga menyumbang medali emas Asian Games di Bangkok 1978, dan enam kali membela tim Piala Thomas. Tiga di antaranya Indonesia menjadi juara.
Mulai bermain bulu tangkis sejak kecil atas dorongan orangtuanya di kota kelahiran Kudus, Swie King yang lahir 28 Februari 1956 akhirnya masuk ke dalam klub PB Djarum yang banyak melahirkan para pemain nasional.

Usai menang di Pekan Olahraga Nasional saat berusia 17 tahun, akhir 1973, Liem Swie King direkrut masuk pelatnas yang bermarkas di Hall C Senayan. Setelah 15 tahun berkiprah, Swie King merasa telah cukup dan mengundurkan diri pada tahun 1988. Saat aktif sebagai pemain, Liem terkenal dengan pukulan smash andalannya, berupa jumping smash, yang dijuluki sebagai King Smash.
Liem Swie King sebenarnya dari marga Wu bukan marga Lin. Pergantian marga seperti ini pada masa dahulu zaman Hindia Belanda biasa terjadi, pada masa itu seorang anak dibawah usia ketika memasuki wilayah Hindia Belanda (Indonesia sekarang) harus ada orang tua yg menyertainya, bila anak itu tidak beserta orang tua aslinya, maka oleh orang tuanya akan dititipkan kepada "orang tua" yg lain, "orang tua" ini bisa saja bermarga sama atau lain dari aslinya.
Demi menjamin masa depan, ia pun mengundurkan diri sebagai pemain nasional bulu tangkis tahun 1988. Kendati ia tidak langsung bisa menemukan kegiaatan usaha untuk mencapai cita-citanya. Setahun setelah berhenti itu, King nyaris dapat dikatakan menganggur. Sebab keahlian dan pengetahuan yang dia miliki hanyalah olahraga bulu tangkis.
Kemudian ia mulai ikut mengelola sebuah hotel di Jalan Melawai Jakarta Selatan milik mertuanya. Setelah itu, ia melebarkan sayap dengan membuka usaha griya pijat kesehatan. Kini usahanya telah mempekerjakan lebih dari 400 karyawan. Berkantornya di Kompleks Perkantoran Grand Wijaya Centre Jakarta Selatan.
Bagaimana King bisa tertarik pada bisnis perhotelan dan pijat kesehatan? Rupanya sebagai pemain bulu tangkis yang sering menginap di hotel berbintang, King tertarik dengan keindahan penataan hotel dan keramahan para pekerjanya. Begitu pula soal griya pijat. Saat menjadi atlet, King selalu membutuhkan terapi pijat setelah lelah berlatih dan bertanding. Kala itu, ia kerap mengunjungi griya pijat kesehatan di kawasan Mayestik Jakarta Selatan yang penataan ruangannya begitu bagus.
Ia pun berpikir bahwa usaha pijat kesehatan (spa) ini sangat prospektif. Kalangan eksekutif dan pengusaha Jakarta yang gila kerja butuh kesegaran fisik dan relaksasi. Maka dia membuka usaha griya pijat kesehatan Sari Mustika. Kini, dia telah membukanya di tiga lokasi, Grand Wijaya Centre, Jalan Fatmawati Jakarta Selatan, dan Kelapa Gading Jakarta Utara dengan total karyawan sekitar 200 orang. Dalam mengelola usahanya, ia pun tidak sungkan-sungkan menyambut sendiri tamu hotel atau griya pijatnya.
Hasilnya, selain usahawan dan eksekutif lokal, serta keluarga-keluarga menengah atas Jakarta, banyak ekspatriat menjadi pelanggan griyanya. Ia pun merasa bahagia karena bisa membuktikan griya pijat tidak selalu berkonotasi jelek seperti yang dibayangkan kebanyakan orang.

Menurut informasi dari kerabat dekatnya, Liem Swie King sebenarnya dari marga Oei bukan marga Liem. Pergantian marga seperti ini pada masa dahulu zaman Hindia Belanda biasa terjadi, pada masa itu seorang anak dibawah usia ketika memasuki wilayah Hindia Belanda (Indonesia sekarang) harus ada orang tua yg menyertainya, bila anak itu tidak beserta orang tua aslinya, maka oleh orang tuanya akan dititipkan kepada "orang tua" yg lain, "orang tua" ini bisa saja bermarga sama atau lain dari aslinya.
Pebulu tangkis yang pernah terjun ke dunia film sebagai bintang film Sakura dalam Pelukan, ini kini hidup bahagia bersama isteri dan tiga orang anaknya Alexander King, Stevani King dan Michele King. Ternyata, anak-anaknya tidak tahu bahwa King seorang pahlawan bulu tangkis Indonesia.
Belakangan, Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale, pemilik rumah produksi Alenia, mernjadikan kehebatan Liem Swie King dalam dunia bulu tangkis Indonesia sebagai inspirasi untuk membuat film tentang bulu tangkis. Film itu memang bukan bercerita tentang kisah kehidupan King. Akan tetapi, dalam film itu, King menjadi inspirasi bagi seorang ayah yang kagum pada King, lalu memotivasi putranya untuk bisa menjadi juara seperti King. ►Tian Son Lang

Prestasi yang sudah di peroleh dari tingkat :
Nasional
  • Juara I Yunior se-Jawa Tengah (1972)
  • Juara II PON 1973
  • Juara Kejurnas 1974, 1975
 Internasional
  • 1974: Semi Finalis Asian Games Tehran
  • 1976: Finalis All England Open, Finalis Kejuaraan Asia
  • 1977: Finalis All England Open, Juara Denmark Open, Juara Swedia Open, Juara SEA Games
  • 1978: Juara All England Open, Juara Asian Games Bangkok
  • 1979: Juara All England Open
  • 1980: Finalis Kejuaraan Dunia, Finalis All England
  • 1981: Juara All England Open, Semi Finalis World Games St.Clara, Juara SEA Games
  • 1982: Finalis Asian Games New Dehli, Juara Piala Dunia
  • 1983: Finalis Kejuaraan Dunia, Juara Indonesia Open, Juara Malaysia Open
  • 1984: Finalis All England Open, Finalis World Badminton Grand Prix
  • 1985: Semi Finalis All England Open
 Ganda
  • 1983: Finalis SEA Games (bersama Hadibowo)
  • 1984: Juara Piala Dunia (bersama Kartono Hariamanto)
  • 1985: Juara Piala Dunia, Juara Indonesia Open, Semi Finalis Kejuaraan Dunia , Finalis SEA Games (bersama Kartono Hariamanto)
  • 1986: Juara Piala Dunia, Semi Finalis Asian Games Seoul (bersama Bobby Ertanto); Juara Indonesia Open (bersama Kartono Hariamanto)
  • 1987: Juara Asia (bersama Bobby Ertanto); Juara SEA Games, Juara Japan Open, Juara Indonesia Open, Juara Taiwan Open, Finalis Thailand Open (bersama Eddy Hartono)
 Beregu
  • 1976: Juara Piala Thomas
  • 1977: Juara SEA Games
  • 1978: Juara Asian Games
  • 1979: Juara Piala Thomas, Juara SEA Games
  • 1981: Finalis SEA Games
  • 1982: Finalis Piala Thomas, Finalis Asian Games
  • 1983: Juara SEA Games
  • 1984: Juara Piala Thomas
  • 1985: Juara SEA Games
  • 1986: Finalis Piala Thomas, Semi Finalis Asian Games
  • 1987: Juara SEA Games.(Sumber Wikipedia)